Pendidikan Kewarganegaraan di Era Disrupsi

Pendidikan Kewarganegaraan di Era Disrupsi

 

Penulis:
Ihsan
Dedy Ari Nugroho
Ivan Nove Ainun N.
Randiawan
Alif Lukmanul Hakim
Wiwik Okta Susilawati
Praditya Mer Hananto
Dionisius Heckie Puspoko Jati
Mas Fierna Janvierna Lusie Pitri
Syaiful Marwan
Novitasari
Triwahyuningsih

Editor :
Ahmad Asroni

 

Perubahan yang begitu cepat acapkali melahirkan berbagai
problematika sosial dan kebangsaan yang kompleks. Fenomena
penyebaran hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, intoleransi, radikalisme,
polarisasi politik, krisis etika digital, hingga menurunnya kualitas dialog
publik menjadi realitas yang tidak dapat diabaikan. Selain itu, derasnya arus
globalisasi budaya juga membawa tantangan tersendiri terhadap eksistensi
nilai-nilai lokal, identitas nasional, dan semangat kebangsaan generasi
muda. Dalam situasi demikian, Pendidikan Kewarganegaraan dituntut
untuk mampu memainkan peran transformasional sebagai wahana
pembentukan karakter warga negara yang kritis, bertanggung jawab,
adaptif, serta memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai demokrasi,
kemanusiaan, keadilan sosial, dan persatuan bangsa.
Buku Pendidikan Kewarganegaraan di Era Disrupsi ini disusun sebagai
bentuk respons akademik terhadap tantangan-tantangan tersebut. Buku ini
menghadirkan beragam tulisan yang lahir dari refleksi, penelitian,
pengalaman, dan pemikiran para penulis dari berbagai latar belakang
akademik dan keilmuan. Setiap tulisan dalam buku ini mencoba memotret
realitas kewarganegaraan kontemporer.

 

Ukuran: 23 x 15,5

Halaman: 292

IMPLEMENTASI DAN KONTEKSTUALISASI PENDIDIKAN PANCASILA

IMPLEMENTASI DAN KONTEKSTUALISASI PENDIDIKAN PANCASILA

PENULIS:

Sukron Mazid
Siti Tiara Maulia
Muhammad Akbar Hajuan
Dionisius Heckie Puspoko Jati
Triwahyuningsih
M. Januar Ibnu Adham
Dela Khoirul Ainia
Hamsar Suci Amalia
Dini Nur Fadhillah
Mirwan Fikri Muhkam
Marsudi
Heryon Bernard Mbuik
Febrina Indrasari
Alif Lukmanul Hakim
Nanda Maharani Sukma

 

EDITOR: Ahmad Asroni

 

Pancasila sebagai dasar negara, ideologi nasional, dan pandangan
hidup bangsa Indonesia memiliki posisi yang sangat fundamental dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara. Sejak awal kelahirannya, Pancasila
tidak hanya dipahami sebagai rumusan normatif yang tertuang dalam
konstitusi, tetapi juga sebagai sistem nilai yang menjadi pedoman dalam
membangun kehidupan masyarakat Indonesia yang religius, humanis,
demokratis, adil, dan berkeadaban. Dalam konteks tersebut, Pendidikan
Pancasila memiliki peran strategis untuk menanamkan, mengembangkan,
dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,
baik di lingkungan pendidikan maupun dalam ruang sosial masyarakat
secara luas.
Namun demikian, perkembangan zaman menghadirkan tantangan
baru yang tidak ringan bagi implementasi nilai-nilai Pancasila. Arus
globalisasi, kemajuan teknologi digital, revolusi informasi, transformasi
budaya, serta meningkatnya dinamika politik identitas telah memengaruhi
cara masyarakat memahami nilai, moralitas, dan identitas kebangsaan. Di
satu sisi, perkembangan tersebut membuka peluang bagi kemajuan
peradaban manusia. Akan tetapi, di sisi lain, perubahan yang sangat cepat
juga melahirkan berbagai persoalan seperti menurunnya semangat
kebangsaan, menguatnya individualisme, intoleransi, polarisasi sosial
politik, disinformasi digital, hingga melemahnya etika publik dalam
kehidupan bermasyarakat.

 

Ukuran: 15,5 x 23

Jumlah Halaman: 367

Pendidikan Karakter di Era Digital

PENDIDIKAN KARAKTER DI ERA DIGITAL

 

 

Penulis:

Yalizar Rahayu Sitorus

Ardian Fahri

Sri Cahyati

Ihsan

Yulsy M. Nitte

Putri Desi Adryanti Subu Taopan

Dedy Ari Nugroho

Supriyono

Wiwik Okta Susilawati

Lathifah Sandra Devi

Nisalia Duwata

 

Editor: Rachmanto

 

Ukuran buku 15,5 x 23 cm

Jumlah halaman: 223

 

Tantangan Pendidikan Multikultural Kontemporer


PENULIS:

Yogi Muhammad Saputro
Soleh Amini Yahman
Sukisno
Cholisa Rosanti
Aan Faturrahman
Sholihul Anwar
Aji Abdullah
Rike Erlande
Muh Andi Sulaiman
Gigih Setianto

EDITOR: Erham Budi Wiranto

Terbitan ke-1 : April 2026
Jumlah halaman: xix + 191
Dimensi buku: 23 x 15.5 cm

PENERBIT:
Saka Jagad Initiative


Saat ini, realitas multikultur semakin terkikis atau justru muncul entitas baru yang terus memperkaya ragam budaya manusia?

Globalisasi kerap dituduh sebagai buldoser budaya yang melumat setiap budaya yang tak mampu bertahan menyesuaikan arus kemajuan dunia. Namun di sisi lain Globalisasi adalah lahan subur bagi lahir dan berkembangnya budaya-budaya baru. Produksi budaya baru oleh globalisasi bahkan tak kenal lelah, tanpa terbatas waktu. Keragaman budaya tidak lagi didominasi keragaman komunal, namun bentuk-bentuk keragamaan perspektif, terciptanya subkultur, dan hybrid culture menambah ramainya pasar realitas multikultural kontemporer, terutama setelah era digital kian dominatif.

Menghadapi tantangan ini, pendidikan multikultural tidak semestinya bertahan dalam stagnansi, baik di level teoretik maupun praktik.

Buku ini menjawab kegalauan tersebut dengan menawarkan konsep dan pengalaman pendidikan multikultural yang digerakkan, dan semestinya dikembangkan, di era kontemporer ini.