Media dan Teknologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Media dan Teknologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam 

 

 

Buku ini disusun sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak akan
literatur akademik perguruan tinggi yang memadukan penguasaan teknologi
pendidikan modern dengan internalisasi nilai-nilai keislaman dalam konteks
pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Di tengah akselerasi transformasi
digital yang berlangsung secara masif, calon guru PAI dituntut untuk tidak
sekadar menguasai materi keagamaan secara mendalam, melainkan juga
memiliki kapabilitas dalam memanfaatkan berbagai media dan teknologi guna
menyampaikan pesan-pesan keislaman secara efektif, interaktif, dan
bermakna.

Penulis: Dr. M. Saidul Muzakki, M.Pd.

Editor: Ahmad Asroni

Halaman: 117

Ukuran: 15,5 x 23 cm

Manajemen Pendidikan Islam

Judul: Manajemen Pendidikan Islam

Penulis: Deprizon, Muhammad Sulaiman, Linardo Pratama, Mulyadi, Mohamad Muspawi, Devi Fatwanti, Mochammad Arif Budiman, Syukri Fathudin Achmad Widodo, Agus Fakhruddin, Ratna Rahim, Sukring, K.A. Rahman, Aan Faturrahman

Editor: Erham Budi Wiranto

Jumlah Halaman: 223 halaman (x + 213)
Dimensi: 15.5 x 23 cm (unesco)


Bagaimana pendidikan Islam dapat tetap unggul di tengah perubahan zaman yang semakin cepat? Buku Manajemen Pendidikan Islam hadir menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan kajian komprehensif tentang pengelolaan lembaga pendidikan Islam yang profesional, adaptif, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan As-Sunnah. Buku ini membahas konsep dasar, landasan filosofis-teologis, fungsi manajemen, perencanaan strategis, hingga transformasi digital dalam pendidikan Islam, dengan perspektif bahwa manajemen bukan sekadar aktivitas administratif, tetapi ikhtiar membangun lembaga yang bermutu dan melahirkan manusia berilmu serta berakhlak mulia.

Di tengah era digital dan perubahan global, lembaga pendidikan Islam tidak cukup hanya mempertahankan tradisi, tetapi harus mampu mengelola perubahan dengan visi yang kuat dan strategi yang tepat. Buku ini menjadi referensi penting bagi akademisi, mahasiswa, guru, pemimpin lembaga pendidikan, serta pengelola madrasah dan pesantren yang ingin memahami bagaimana pendidikan Islam dapat berkembang tanpa kehilangan identitasnya. Jangan biarkan pendidikan Islam hanya menjadi saksi perubahan zaman, jadilah bagian dari kekuatan yang membentuk masa depan melalui manajemen yang unggul, visioner, dan bernilai.

 

Hukum Islam: Teori, Metodologi, dan Implementasinya di Era Kontemporer

Hukum Islam:

Teori, Metodologi, dan Implementasinya di Era Kontemporer

 


Berbagai isu kontemporer yang dihadapi manusia membutuhkan pemikiran dan kajian mendalam sebagai upaya memberikan solusi atas masalah yang dihadapi. Tuntutan tersebut juga berlaku pada hukum Islam yang menjadi sumber utama bagi kaum Muslim untuk bertindak dan berperilaku. Oleh sebab itu, wacana tentang teori-teori serta metodologi hukum Islam perlu terus dihidupkan sehingga mampu menghasilkan panduan serta praktik hukum Islam yang selalu selaras mengikuti perkembangan zamannya.

Penulis:

Munarif

Ahmada B. Lamuri

Peper Puad Muslim

Acep Zoni Saeful Mubarok

Asyharul Muala

 

Cetakan: I

Ukuran: 15,5 x 23

Penerbit: Yayasan Saka Jagad Initiative

 

 

Pendidikan Kewarganegaraan di Era Disrupsi

Pendidikan Kewarganegaraan di Era Disrupsi

 

Penulis:
Ihsan
Dedy Ari Nugroho
Ivan Nove Ainun N.
Randiawan
Alif Lukmanul Hakim
Wiwik Okta Susilawati
Praditya Mer Hananto
Dionisius Heckie Puspoko Jati
Mas Fierna Janvierna Lusie Pitri
Syaiful Marwan
Novitasari
Triwahyuningsih

Editor :
Ahmad Asroni

 

Perubahan yang begitu cepat acapkali melahirkan berbagai
problematika sosial dan kebangsaan yang kompleks. Fenomena
penyebaran hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, intoleransi, radikalisme,
polarisasi politik, krisis etika digital, hingga menurunnya kualitas dialog
publik menjadi realitas yang tidak dapat diabaikan. Selain itu, derasnya arus
globalisasi budaya juga membawa tantangan tersendiri terhadap eksistensi
nilai-nilai lokal, identitas nasional, dan semangat kebangsaan generasi
muda. Dalam situasi demikian, Pendidikan Kewarganegaraan dituntut
untuk mampu memainkan peran transformasional sebagai wahana
pembentukan karakter warga negara yang kritis, bertanggung jawab,
adaptif, serta memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai demokrasi,
kemanusiaan, keadilan sosial, dan persatuan bangsa.
Buku Pendidikan Kewarganegaraan di Era Disrupsi ini disusun sebagai
bentuk respons akademik terhadap tantangan-tantangan tersebut. Buku ini
menghadirkan beragam tulisan yang lahir dari refleksi, penelitian,
pengalaman, dan pemikiran para penulis dari berbagai latar belakang
akademik dan keilmuan. Setiap tulisan dalam buku ini mencoba memotret
realitas kewarganegaraan kontemporer.

 

Ukuran: 23 x 15,5

Halaman: 292

IMPLEMENTASI DAN KONTEKSTUALISASI PENDIDIKAN PANCASILA

IMPLEMENTASI DAN KONTEKSTUALISASI PENDIDIKAN PANCASILA

PENULIS:

Sukron Mazid
Siti Tiara Maulia
Muhammad Akbar Hajuan
Dionisius Heckie Puspoko Jati
Triwahyuningsih
M. Januar Ibnu Adham
Dela Khoirul Ainia
Hamsar Suci Amalia
Dini Nur Fadhillah
Mirwan Fikri Muhkam
Marsudi
Heryon Bernard Mbuik
Febrina Indrasari
Alif Lukmanul Hakim
Nanda Maharani Sukma

 

EDITOR: Ahmad Asroni

 

Pancasila sebagai dasar negara, ideologi nasional, dan pandangan
hidup bangsa Indonesia memiliki posisi yang sangat fundamental dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara. Sejak awal kelahirannya, Pancasila
tidak hanya dipahami sebagai rumusan normatif yang tertuang dalam
konstitusi, tetapi juga sebagai sistem nilai yang menjadi pedoman dalam
membangun kehidupan masyarakat Indonesia yang religius, humanis,
demokratis, adil, dan berkeadaban. Dalam konteks tersebut, Pendidikan
Pancasila memiliki peran strategis untuk menanamkan, mengembangkan,
dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,
baik di lingkungan pendidikan maupun dalam ruang sosial masyarakat
secara luas.
Namun demikian, perkembangan zaman menghadirkan tantangan
baru yang tidak ringan bagi implementasi nilai-nilai Pancasila. Arus
globalisasi, kemajuan teknologi digital, revolusi informasi, transformasi
budaya, serta meningkatnya dinamika politik identitas telah memengaruhi
cara masyarakat memahami nilai, moralitas, dan identitas kebangsaan. Di
satu sisi, perkembangan tersebut membuka peluang bagi kemajuan
peradaban manusia. Akan tetapi, di sisi lain, perubahan yang sangat cepat
juga melahirkan berbagai persoalan seperti menurunnya semangat
kebangsaan, menguatnya individualisme, intoleransi, polarisasi sosial
politik, disinformasi digital, hingga melemahnya etika publik dalam
kehidupan bermasyarakat.

 

Ukuran: 15,5 x 23

ISBN:  9786340519662

Jumlah Halaman: 367

 

Tantangan Pendidikan Multikultural Kontemporer

Tantangan Pendidikan Multikultural Kontemporer

 

PENULIS:

Yogi Muhammad Saputro
Soleh Amini Yahman
Sukisno
Cholisa Rosanti
Aan Faturrahman
Sholihul Anwar
Aji Abdullah
Rike Erlande
Muh Andi Sulaiman
Gigih Setianto

EDITOR: Erham Budi Wiranto

Terbitan ke-1 : April 2026
Jumlah halaman: xix + 191
Dimensi buku: 23 x 15.5 cm

PENERBIT:
Yayasan Saka Jagad Initiative


Saat ini, realitas multikultur semakin terkikis atau justru muncul entitas baru yang terus memperkaya ragam budaya manusia?

Globalisasi kerap dituduh sebagai buldoser budaya yang melumat setiap budaya yang tak mampu bertahan menyesuaikan arus kemajuan dunia. Namun di sisi lain Globalisasi adalah lahan subur bagi lahir dan berkembangnya budaya-budaya baru. Produksi budaya baru oleh globalisasi bahkan tak kenal lelah, tanpa terbatas waktu. Keragaman budaya tidak lagi didominasi keragaman komunal, namun bentuk-bentuk keragamaan perspektif, terciptanya subkultur, dan hybrid culture menambah ramainya pasar realitas multikultural kontemporer, terutama setelah era digital kian dominatif.

Menghadapi tantangan ini, pendidikan multikultural tidak semestinya bertahan dalam stagnansi, baik di level teoretik maupun praktik.

Buku ini menjawab kegalauan tersebut dengan menawarkan konsep dan pengalaman pendidikan multikultural yang digerakkan, dan semestinya dikembangkan, di era kontemporer ini.

Agama di Era Digital

Agama di Era Digital

 

Penulis:

Zulfikar Ismail

Hasnahwati

Ianatullah Ishomuddin

Cucu Solihah

Royanulloh

Walida Asitasari

Thiyas Tono Taufiq

Editor: Ahmad Asroni

 

Dalam ranah sosial, buku ini menyoroti secara kritis meningkatnya polarisasi, disinformasi, ujaran kebencian, serta potensi radikalisasi yang dimediasi oleh platform digital. Fenomena echo chamber dan algorithmic filtering telah mempersempit ruang dialog serta memperkuat segmentasi identitas keagamaan. Dalam situasi demikian, perbedaan tafsir tidak lagi diproduksi dalam ruang deliberatif yang sehat, melainkan sering kali mengalami eskalasi menjadi konflik simbolik yang destruktif. Oleh karena itu, buku ini menegaskan urgensi pengembangan literasi digital keagamaan yang tidak hanya mencakup aspek teknis, tetapi juga dimensi etis, kritis, dan metodologis.

Selain mengurai problematika, buku ini juga menawarkan pembacaan konstruktif terhadap relasi agama dan teknologi, khususnya dalam konteks spiritualitas dan praktik ibadah. Transformasi praktik keagamaan ke dalam ruang virtual menunjukkan bahwa teknologi dapat berfungsi sebagai medium perluasan akses dan inklusivitas. Namun demikian, buku ini secara tegas menempatkan teknologi sebagai instrumen, bukan substitusi, dari pengalaman spiritual yang autentik. Dengan demikian, diskursus yang dibangun tidak bersifat dikotomis antara tradisi dan modernitas, melainkan berupaya mencari titik temu yang produktif di antara keduanya.

Salah satu kontribusi signifikan buku ini adalah artikulasi kerangka normatif berbasis maqāid al-syarī‘ah dalam merespons kompleksitas ruang digital. Prinsip-prinsip perlindungan terhadap akal (if al-‘aql), kehormatan (if al-‘ir), harta (if al-māl), dan agama (if al-dīn) direinterpretasi dalam konteks etika digital sebagai landasan bagi pembangunan tata kelola keberagamaan yang berorientasi pada kemaslahatan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa tradisi intelektual Islam memiliki kapasitas adaptif untuk merespons tantangan kontemporer tanpa kehilangan basis normatifnya.

Jumlah Halaman: 115

Dimensi: 15 x 23 cm

ISBN: 978-634-05-0829-1

Kumpulan Khutbah Jumat

Kumpulan Khutbah Jumat:

Menebar Visi Langit Membangun Bumi Oheo yang Maju dan Beradab

 

 

 

 

Penulis:

Syukring Syamsuddin
M. Malik Fajar S.
Muhammad Hasdin Has
Jahada
Herman
Moh. Yahya Obaid
Abdul Wahid Haddade
Moh. Safrudin
Zulkifli Musthan
Tohirsan
Supriyanto
Mursyidin

 

Editor:

Dr. H. Sukring, M.Pd.I

Dr. Moh. Safrudin, S.Ag., M.Pd

Dr. H. Muhammad Hasdin Has, Lc., M.Th.I

 

Buku ini merupakan kumpulan khutbah Jumat yang disusun untuk membantu para khatib menyampaikan pesan-pesan Islam secara jelas, relevan, dan menyentuh kehidupan sehari-hari umat. Setiap khutbah membahas tema-tema penting seperti keimanan, akhlak, kejujuran, tanggung jawab sosial, hingga tantangan modern yang dihadapi kaum Muslimin.

Dengan bahasa yang mudah dipahami dan dalil yang kuat dari Al-Qur’an serta hadis, buku ini tidak hanya menjadi panduan praktis bagi para khatib, tetapi juga dapat dibaca oleh masyarakat umum sebagai sumber refleksi spiritual. Struktur khutbah yang sistematis memudahkan penyampaian, sekaligus menjaga kekhusyukan dan tujuan utama ibadah Jumat sebagai sarana pengingat dan perbaikan diri.

Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi yang bermanfaat dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan, mempererat ukhuwah, dan meningkatkan kualitas keimanan umat Islam di berbagai kalangan.

Halaman: 487

Dimensi: 15,5 x 23 cm

Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum

Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum

 

 

Penulis:

Hasim

Darul Qutni

Silmi Kapatan Inda Robby

Kadar Risman

Warissuddin Soleh

Firman

Pepep Puad Muslim

Rohmatul Faizah

Muhammad Ali Rohmad

Sukarta

Muhammad

Luthfi

 

Editor

Rachmanto

 

Perguruan tinggi merupakan salah satu tempat untuk mencetak pemimpin-pemimpin bangsa yang akan mewarnai Indonesia ke depan. Mereka perlu dibekali dengan ilmu pengetahuan yang relevan dengan perkembagan zaman sekaligus dikuatkan mental dan spiritualnya agar menjadi manusia yang tangguh menghadapi berbagai tantangan. Pada titik inilah relevansi memperbincangkan Pendidikan Agama Islam (PAI) di perguruan tinggi umum.

Pendidikan Agama Islam yang diajarkan kepada mahasiswa akan menjadi pondasi bagi mereka untuk bersikap dan bertingkah laku. PAI tidak boleh hanya dianggap sebagai pelengkap keilmuan, namun justru menjadi hal utama yang perlu dipahami, dihayati, sekaligus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Kehadiran buku ini merupakan upaya untuk meneguhkan urgensi mempelajari agama Islam di kampus non agama. Ditulis oleh para pakar yang concern dalam bidang pendidikan dan Agama Islam. Semoga buku ini dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.

 

Halaman: 237

Dimensi: 15 x 23 cm

ISBN: 978-634-05-0828-4

 

 

 

 

Agama di Era Digital

 

Penulis:

Zulfikar Ismail

Hasnahwati

Ianatullah Ishomuddin

Cucu Solihah

Royanulloh

Walida Asitasari

Thiyas Tono Taufiq

Editor: Ahmad Asroni

 

Dalam ranah sosial, buku ini menyoroti secara kritis meningkatnya polarisasi, disinformasi, ujaran kebencian, serta potensi radikalisasi yang dimediasi oleh platform digital. Fenomena echo chamber dan algorithmic filtering telah mempersempit ruang dialog serta memperkuat segmentasi identitas keagamaan. Dalam situasi demikian, perbedaan tafsir tidak lagi diproduksi dalam ruang deliberatif yang sehat, melainkan sering kali mengalami eskalasi menjadi konflik simbolik yang destruktif. Oleh karena itu, buku ini menegaskan urgensi pengembangan literasi digital keagamaan yang tidak hanya mencakup aspek teknis, tetapi juga dimensi etis, kritis, dan metodologis.

Selain mengurai problematika, buku ini juga menawarkan pembacaan konstruktif terhadap relasi agama dan teknologi, khususnya dalam konteks spiritualitas dan praktik ibadah. Transformasi praktik keagamaan ke dalam ruang virtual menunjukkan bahwa teknologi dapat berfungsi sebagai medium perluasan akses dan inklusivitas. Namun demikian, buku ini secara tegas menempatkan teknologi sebagai instrumen, bukan substitusi, dari pengalaman spiritual yang autentik. Dengan demikian, diskursus yang dibangun tidak bersifat dikotomis antara tradisi dan modernitas, melainkan berupaya mencari titik temu yang produktif di antara keduanya.

Salah satu kontribusi signifikan buku ini adalah artikulasi kerangka normatif berbasis maqāid al-syarī‘ah dalam merespons kompleksitas ruang digital. Prinsip-prinsip perlindungan terhadap akal (if al-‘aql), kehormatan (if al-‘ir), harta (if al-māl), dan agama (if al-dīn) direinterpretasi dalam konteks etika digital sebagai landasan bagi pembangunan tata kelola keberagamaan yang berorientasi pada kemaslahatan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa tradisi intelektual Islam memiliki kapasitas adaptif untuk merespons tantangan kontemporer tanpa kehilangan basis normatifnya.

Jumlah Halaman: 115

Dimensi: 15 x 23 cm

ISBN: 978-634-05-0829-1